Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Bencana Alam

Rhetoric of Control Amidst a History of Neglect

JAKARTA, H OS LAW FIRM -   President Prabowo Subianto's statement promising to crack down on illegal logging after the Sumatra floods sounds firm, but it feels late and paradoxical. When the disaster had already claimed victims and left giant logs floating down the river, the state was busy crafting a narrative of action. In fact, illegal logging is not an incidental event, but a long-standing practice that has flourished under lax state supervision—or deliberately loosened for economic interests. Ironically, amid the discovery of neatly cut large logs, a statement emerged from a Forestry Ministry official, Dwi Januanto, who said the wood came from naturally fallen trees. This claim not only contradicts the logic of the field, but also reveals the tendency of state officials to suppress the facts rather than expose them. When industrial timber is simplified as a “natural phenomenon,” what is taking place is not scientific clarification, but the normalization of ecological destruc...

Alam Ibu Kehidupan dan Peringatan dari Bencana Sumatera, Aceh dan Sumbar

JAKARTA, H OS LAW FIRM — Banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam beberapa pekan terakhir menyisakan duka yang mendalam bagi masyarakat. Rumah-rumah hanyut, jalan dan jembatan terputus, fasilitas umum rusak, dan banyak warga terpaksa mengungsi. Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan bahwa bencana ini kemungkinan besar tidak bisa dilepaskan dari kebijakan-kebijakan yang dalam jangka panjang telah menimbulkan kerusakan lingkungan. Pernyataan ini penting untuk direnungkan, bukan untuk mencari siapa yang bersalah, tetapi untuk memahami bahwa kerusakan ekologis adalah proses panjang yang pada akhirnya menghadirkan bencana yang kita rasakan saat ini. Jika kita melihat lebih dekat peristiwa di lapangan, kerusakan yang terjadi begitu nyata. Di Aceh, banjir dan longsor terjadi di banyak wilayah, termasuk Kabupaten Nagan Raya yang mencatat lebih dari 14.000 warga terdampak. Rumah-rumah rusak, jalan terputus, dan banyak keluarga harus dievakuasi....